Sunday, 6 November 2016

AKU DAN ROHINGYA

Dalam  kekelaman senja itu 
ku lihat Rohingya berdiri lesu
debu - debu dosa jelas mengaburi
kertakan gigi, jerit pekak, di pelosok
rohingya membingitelinga, mengejut
mimpi yang tiada lena.

Benang-benang keberanian yang sekian
lama ku pintal, putus begitu sahaja
melihat betapa rakusnya mereka
memusnahkan bangsa ku
aku takut...aku takut dengan
watak yang diperlihatkan di depan
mata ku, bangsa ku ditindas, dibakar
umpama sampah.

Lihatlah!!!...keluargaku hilang  ditelan
kejahilan mereka, ibu bapa ku
pergi tanpa rela, kakak ku musnah dek
kerakusan durjana dan aku yang melihat
hanya menggengam sahaja, hilang ditiup keganasan
Rohingya, sungguh lemah.

Aku yang semakin tidak berdaya
hanya mampu berdoa, supaya keadilan datang
menggoncang rohingya dan bangsa ku terbela
pada ketika itulah bangsa ku bangkit.
menjadi mangsa yang terpilih, dan walaupun aku
telah tiada, aku pasti aku akan tersenyum di sana.

Tanjung Malim
10 OKTOBER 2012

Elkana Rakimin
Api dan Air Mata Rohingya 
PERSATUAN PENULIS BUDIMAN MALAYSIA (2012)



No comments:

Post a Comment